SK Departemen P&K No. 052 Thn 1982

by alwialatas

Bismillahirrahmanirrahim,

Sebagaimana pernah saya tulis sebelum ini, sepanjang tahun 1980-an di Indonesia pernah ada larangan menggunakan jilbab di sekolah-sekolah negeri di Indonesia. Yang dijadikan landasan untuk melarang penggunaan jilbab adalah Surat Keputusan (SK) Departemen P&K (sekarang Departemen Pendidikan Nasional/ Depdiknas) No. 052 tahun 1982.

SK itu mengatur bentuk seragam sekolah nasional yang diijinkan dan di dalamnya sama sekali tidak ada bentuk seragam sekolah dengan jilbab atau yang menutup aurat seperti yang diperintahkan dalam Islam. Otomatis siswi yang ingin mengenakan jilbab di sekolah tidak mendapat tempat dalam aturan yang dikeluarkan pemerintah itu. SK inilah yang dijadikan dasar untuk melarang pelajar-pelajar Muslimah mengenakan seragam yang menutup aurat di sekolah.

Gara-gara SK tersebut, banyak siswi yang terkena masalah dan mendapat hukuman dari sekolah disebabkan keinginan mereka mengenakan jilbab. Bahkan tidak sedikit yang dikeluarkan dari sekolah. Coba bayangkan, Indonesia merupakan sebuah negeri dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Tapi pada tahun-tahun itu jilbab dilarang dan banyak siswi yang dikeluarkan dari sekolah hanya karena ingin menutup auratnya. Kejadian ini mengingatkan kita pada hal yang hampir sama yang juga berlaku di Turki.

Pada tahun 1980-an, kesadaran untuk menutup aurat memang baru mulai muncul di sekolah-sekolah negeri di Indonesia. Sementara pada saat yang sama, sebagian besar staf pendidik di sekolah negeri masih bersifat sekuler, abangan, atau belum faham tentang kewajiban berjilbab. Akibatnya, banyak siswi yang ingin konsisten berjilbab terpaksa keluar dari sekolah negeri dan pindah ke sekolah swasta Islam.

Alhamdulillah hal ini tidak terus menerus terjadi. Setelah umat Islam memperjuangkan hal ini selama kurang lebih satu dekade, akhirnya pemerintah mengijinkan penggunaan jilbab di sekolah negeri. Pada tahun 1991, kementerian pendidikan yang ketika itu dipimpin oleh Fuad Hassan mengeluarkan SK No. 100 yang membolehkan bentuk seragam yang menutup aurat, lengkap dengan jilbabnya, di sekolah-sekolah negeri.

Pelajar dari berbagai sekolah yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh membentangkan spanduk saat berorasi di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (13/1).

Sejak saat itu, siswi-siswi Muslim di sekolah-sekolah negeri boleh bernafas lega karena bisa menggunakan jilbab di sekolah, walaupun sesekali masih ada kesulitan. Dan sekarang boleh dikatakan hampir tidak ada lagi masalah dengan hal itu, kecuali sedikit sekali, seperti kasus di SMAN 2 Denpasar yang kita dengar baru-baru ini. Bahkan di tengah masyarakat umum di Indonesia, jilbab yang dulu dianggap agak asing sekarang justru menjadi tren. Mudah-mudahan pakaian Muslimah akan tetap diapresiasi dan tidak lagi dilarang pada masa-masa yang akan datang.

Selama sekian lama ada teman-teman yang melakukan penelitian tentang jilbab menanyakan pada saya tentang SK pemerintah yang dijadikan landasan untuk melarang jilbab di sekolah negeri pada masa itu. Begitu pula SK No. 100 tahun 1991 yang membolehkan jilbab. Belum lama ini saya menemukan kembali copy SK 052, lalu saya scan dalam bentuk PDF. Beberapa bagiannya agak kurang jelas, tapi insya Allah tetap terbaca. Siapa saja yang memerlukannya boleh mengambilnya pada attachment dan menyebarulaskannya. Perlu diingatkan sebelumnya bahwa tulisan “Lampiran” pada bagian atas dokumen dan halaman yang tertera di bawah dokumen BUKAN BAGIAN DARI DOKUMEN ASLINYA. Itu bagian dari lampiran dan halaman artikel saya tentang pelarangan jilbab sebelum ini.

Adapun SK no. 100 tahun 1991 sudah tidak ada lagi pada saya. Copy dokumen itu dipinjam kawan beberapa tahun yang lalu … dan dihilangkan olehnya😦. kalau ada teman-teman yang memiliki dokumen itu atau undang-undang/ peraturan lainnya yang membolehkan jilbab di sekolah mudah-mudahan berkenan untuk berbagi dengan kami dan yang lainnya.

Alwi Alatas

Kuala Lumpur

17 Rabiul Awwal 1435/ 19 Januari 2014

SK 052-1982